Listrik merupakan kebutuhan pokok setiap orang, mulai dari menyalakan lampu hingga mengisi baterai smartphone. Tentunya instalasi listrik rumah tangga harus dilakukan dengan aman untuk menghindari korsleting atau kebakaran.
Ingat, PLN hanya bertanggung jawab untuk menyediakan listrik dan meteran khusus, dan pemilik rumah bertanggung jawab untuk memasang instalasi listrik rumah tangganya sendiri. Nah, bagi Anda yang sedang merenovasi atau membangun rumah dan sedang dalam tahap instalasi listrik rumah, Kania memberikan panduan dan tips yang bisa Anda ikuti agar pemasangannya aman dan tidak menimbulkan bahaya.
Tips Aman Pemasangan Instalasi Listrik
1. Gunakan Kabel Standar SNI saat Instalasi Listrik Rumah
Saat melakukan instalasi listrik rumah, Anda perlu menggunakan kabel yang memenuhi standar SNI karena memiliki jaminan keamanan dan tidak mudah berkarat dan terkelupas. Pada saat yang sama, kabel digunakan untuk tujuan yang berbeda, misalnya, kabel dengan diameter 2,5 mm dianggap cukup untuk mengalirkan listrik hingga 5.000 watt di area perumahan dengan luas kurang dari 70 meter persegi.
2. Ketahui Denah untuk Instalasi Listrik Rumah
Panduan awal pemasangan peralatan listrik rumah tangga adalah dengan mengatur letak kotak MCB (miniature circuit breaker), lampu, sakelar, dan soket pada denah rumah. Tidak hanya harus ada outlet air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, lokasi penempatan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, seperti menempatkan saklar lampu di samping pintu agar tidak mengurangi kenyamanan atau membahayakan penghuni.
3. Pembagian Jalur Kabel saat Instalasi Listrik Rumah
Idealnya, Anda dapat berbagi jalur kabel sesuai kebutuhan selama pemasangan listrik di rumah Anda, seperti untuk pompa air, AC, lampu, soket, dan MCB cadangan. Jika Anda belum tahu, MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah salah satu peralatan listrik dalam kelompok saluran listrik yang memutus aliran listrik ketika digunakan secara berlebihan atau korsleting.
4. Lakukan Grounding saat Instalasi Listrik Rumah
Mekanisme pentanahan juga diperlukan pada saat instalasi listrik rumah agar lebih aman dan terhindar dari sengatan listrik saat daya meningkat secara tiba-tiba, seperti pada saat sambaran petir atau pemeliharaan PLN. Dengan mengarahkan arus dari blok MCB ke tanah, arus tidak akan meledak di kabel listrik apa pun di rumah.
5. Gunakan Jalur Tersendiri pada Perangkat Berdaya Besar
Untuk produk elektronik rumah tangga berdaya tinggi seperti pemanas air, pompa air, dan AC sebaiknya menggunakan jalur terpisah, agar aman dan tidak mengganggu konsumsi listrik lainnya, seperti lampu kedip yang tidak stabil. Selain itu, percabangan rumah pada saat proses instalasi listrik juga membuat kabel lebih awet karena beban arus yang tidak berlebihan.
6. Cek Kualitas Instalasi Listrik Rumah secara Berkala
Setelah melakukan instalasi listrik rumah beberapa tahun yang lalu, luangkan waktu untuk memeriksa arus di instalasi listrik rumah. Jika Anda menemukan bahwa kabel mulai terkelupas, bengkok, atau selubung mulai mengeras, Anda disarankan untuk mengganti kabel dengan yang baru.
7. Hanya Gunakan Steker Berkualitas saat Instalasi Listrik Rumah
Saat melakukan instalasi listrik rumah tangga, sangat penting untuk menggunakan colokan yang berkualitas baik. Paling tidak, gunakan steker yang stabil dan tidak kendor, apalagi jika terjadi penumpukan di titik tertentu, karena jika alirannya tidak tersambung dengan baik akan menyebabkan arus loncat dan menyebabkan perangkat cepat rusak.
Anda dapat menerapkan tujuh panduan di atas untuk membuat instalasi listrik rumah lebih aman dan menghindari kesalahan instalasi listrik rumah yang dapat menyebabkan arus korsleting. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan kontraktor listrik bersertifikat untuk mengawasi dan memastikan pemasangan listrik rumah Anda dilakukan dengan benar.