6 tips cara mengatasi uang muka KPR yang mahal

6 tips cara mengatasi uang muka KPR yang mahal

Beli sebuah rumah dengan kredit tidak mudah, apalagi harganya tidak murah. Untuk itu, banyak orang beralih ke sistem pembelian kredit yang dikenal dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Setidaknya dengan menyiapkan uang muka atau uang muka, Anda sudah bisa mendapatkan rumah idaman.

Sayangnya, uang muka rumah juga tidak murah. Representasinya bervariasi, ada yang 10%, 20% dan lain-lain. Untuk mengatasi uang muka KPR yang mahal, yuk terapkan tips berikut ini:

Baca Juga :  7 Daftar Penyebab Utama Keramik Pecah

Tips cara mengatasi uang muka KPR yang mahal

1. DP rumah 

Memasang uang muka rumah bisa menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi uang muka yang tinggi. Tidak semua, tapi beberapa pengembang Memberikan fasilitas ini kepada masyarakat. Tentunya dalam jangka waktu tertentu, misalnya enam bulan atau 12 bulan, agar pembayarannya tidak terlalu terasa.

Baca Juga :  Terapkan 3 Tips Ini Dalam Membangun atau Renovasi Rumah agar Tidak Boncos

Misalkan harga rumah Rp 500 juta, DP 15 persen yang berarti uang yang dibutuhkan di awal Rp 90 juta. Dengan jangka waktu enam bulan, cicilan yang harus dibayar adalah Rp 15 juta per bulan. Sedangkan tenor 12 bulan lebih murah Rp 7,5 juta per bulan.

Selama deposit belum dibayar, Anda tidak bisa tinggal di rumah. Ketika lunas, Anda dapat mengajukan hipotek dan rumah menjadi milik Anda.

Baca Juga :  Kenali 8 Penyebab Lantai Keramik Terangkat dan Pecah dan Cara Mengatasinya

2. Pinjam uang

Tips selanjutnya agar bisa melunasi uang muka adalah dengan meminjam uang, baik itu dari bank, keluarga, rekan kerja atau teman. Coba hubungi orang berikutnya secara bergantian, lalu bagikan pendapat Anda.

Yakinkan orang tersebut bahwa Anda pasti akan mengembalikan pinjaman sesuai dengan jangka waktu yang disepakati, termasuk bunga, jika ada. Dengan begitu, orang pasti akan mau meminjamkan.

Baca Juga :  Memahami Investasi dan Keuntungan Tabungan Emas

Oleh karena itu, penting untuk membangun kepercayaan orang lain sedini mungkin: jika suatu saat Anda membutuhkan bantuan, bahkan dalam hal materi, orang lain juga tidak akan membantu Anda.

3. Pembayaran tabungan atau investasi

Uang hasil tabungan atau investasi sebenarnya tidak hanya digunakan untuk bekal hari tua, tetapi juga untuk realisasi keinginan sendiri. Seperti membeli rumah.

Baca Juga :  Cryptocurrency, Pengertian dan Fungsinya Beserta Jenisnya yang Perlu Dipahami

Tidak ada salahnya menarik sebagian dari tabungan atau uang investasi Anda agar deposit bisa segera dicairkan. Jika ternyata uangnya cukup, belilah rumah Uang tunai jauh lebih baik sehingga Anda tidak terbebani dengan cicilan atau hutang.

Sekarang coba lakukan perhitungan. Penting juga untuk diingat untuk tidak langsung menghabiskan uang di tabungan atau rekening investasi. Karena Anda harus menyimpan untuk berjaga-jaga.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Membuat Bisnis Online dengan cepat

4. Jual sebagian aset

Jika ada aset yang bisa dijual, tidak ada salahnya untuk menjualnya. Misalnya aset berupa kendaraan, perhiasan atau logam mulia. Ini adalah bagaimana Anda mendapatkan uang segar untuk melunasi uang muka hipotek yang mahal.

Sebelum mengambil keputusan, sebaiknya pertimbangkan dulu aset mana yang ingin Anda jual, karena tidak mungkin menjual semuanya. Harus ada aset yang benar-benar berharga dan ingin dilestarikan. Mungkin karena pemberian atau warisan orang lain.

Baca Juga :  5 Variasi Desain Tangga Lipat Untuk Keperluan Kamu

Sekarang coba kumpulkan semua aset tersebut lalu pilih mana yang ingin Anda jual. Pastikan aset tersebut memiliki harga pasar agar jumlah aset yang dijual tidak terlalu tinggi.

5. Cari pekerjaan sampingan

Besarnya uang muka pembelian rumah dapat dikelola dengan meningkatkan pendapatan. Caranya adalah dengan mencari pekerjaan sampingan dengan jam kerja yang fleksibel sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama Anda.

Baca Juga :  Tips cara mendekorasi plafon rumah agar terlihat lebih menawan

Beberapa contoh pekerjaan paruh waktu, seperti B. Penjualan online, bimbingan belajar, menjadi Wiraswasta, Dan seterusnya. Carilah pekerjaan di bidang yang Anda kuasai agar motivasi untuk melakukannya selalu tinggi.

Temukan pekerjaan paruh waktu dengan penghasilan yang layak untuk mempercepat penggalangan dana. Pastikan uang tersebut tidak digunakan untuk mendanai keinginan dalam bentuk apapun.

Baca Juga :  9 Jenis Sambungan Pipa PVC untuk Kebutuhan Konstruksi

6. Atur ulang anggaran bulanan

Jika gaya hidup Anda terasa sedikit berlebihan, lihatlah berapa banyak yang Anda habiskan dalam sebulan. Evaluasi segera, lalu potong pengeluaran yang tidak terlalu penting.

Pengurangan biaya dapat diubah menjadi tabungan atau investasi modal untuk melunasi pembayaran rumah. Lumayan kan kalau sebulan bisa hemat Rp 500.000, dalam setahun bisa mengumpulkan Rp 6 juta lho!

Baca Juga :  10 Bagian Konstruksi yang Harus Diperhatikan dalam Pembangunan Rumah

Buat anggaran belanja baru sebagai panduan untuk membelanjakan uang. Tetap pada anggaran untuk menghindari pengeluaran yang tidak diinginkan agar keinginan untuk membeli rumah segera terwujud.