3 Buku Pilihan Menghilangkan Rasa Jenuh Kalian

3 Buku Pilihan Menghilangkan Rasa Jenuh Kalian

Bagi wanita profesional, bertemu dengan rekan kerja adalah salah satu rutinitas dalam banyak aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Pusing, lelah, dan kepala yang hampir meledak adalah beberapa karakteristik yang akan Anda rasakan setelah setiap pertemuan. Apalagi saat Anda mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan internasional. Nah, untuk menghilangkan penat, yuk kita coba membiasakan diri dengan tiga buku rekomendasi berikut ini! Siapa tahu pusing Anda bisa hilang dengan membaca buku-buku rekomendasi berikut ini:

1. The Phantom of Fifth Avenue – Meryl Gordon

Huguette Clark lahir dalam keluarga terhormat.Ayahnya adalah orang terkaya kedua di Amerika Serikat, dan hidupnya tampak sempurna. Sejak kecil, kekayaan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Pada usia 22, Huget mewarisi kekayaan 50 juta dolar AS dan memutuskan untuk menikahi teman masa kecilnya William Macdonald Gore.

Baca Juga :  5 Alasan Mengapa Desainer Grafis adalah Karir yang Perlu dicoba

The Phantom of Fifth Avenue – Meryl Gordon

Hubungan itu tidak berjalan dengan baik, dan berakhir di pengadilan. Setelah mengalami serangkaian kehidupan cinta biasa, Huget mulai menarik diri dari masyarakat dan menjadi Miss Havisham modern (novel klasik Charles Dickens “Harapan Besar”.

2. For Once In My Life – Marianne Kavanagh

Everyone has a soul mate… but what if you never find each other? Bagi Anda penggemar novel One Day karya David Nicholls, Anda akan menyukai novel For Once In My Life. Novel yang berfokus pada kisah cinta yang missed connection namun manis dan tragis ini akan memperkenalkan Anda pada dua tokoh yang lovable: Tess dan George.

Baca Juga :  Pembuatan Flyer Sebagai Alat Pemasaran Murah

Tess adalah seorang wanita dengan kehidupan yang sempurna: dia memiliki pekerjaan, berkencan dengan seorang akuntan yang telah dia kencani sejak kuliah, dan memiliki apartemen bersama dengan sahabatnya.

For Once In My Life – Marianne Kavanagh

Lalu ada George, seorang musisi jazz berbakat yang percaya pada cerita romantis. Baik Tess maupun George merasa dijebak oleh pasangan yang sama sekali tidak bisa memahami mereka.

Tess dan George berada di lingkungan yang sama, tetapi mereka tidak benar-benar mengenal satu sama lain. Keduanya tinggal di London, di universitas yang sama, dan sebagian besar teman mereka berpikir bahwa mereka cocok bersama. Namun, nasibnya sebaliknya.

Baca Juga :  Psikologi Warna dan Penerapannya dalam Desain Grafis dan Periklanan

Tess dan George baru benar-benar bertemu di pesta ulang tahun beberapa tahun kemudian. Keduanya merasa sangat harmonis, dan mereka jatuh ke dalam hubungan roller coaster yang tak ada habisnya.

3. Loving Ami: A Mother’s Story – Jane Winehouse

Amy Winehouse tampaknya telah menjadi legenda di industri musik. Namanya melejit dan dikenal banyak orang, serta bakatnya tidak diragukan lagi. Banyak orang yang menyayangkan kematian Amy, saat wanita hebat ini baru berusia 27 tahun, tepat saat ketenaran dan kesuksesan berada di tangannya.

Baca Juga :  4 Zodiak Ini Sangat Berbakat dan Terlahir Sebagai Seniman Hebat

Loving Ami: A Mother’s Story – Jane Winehouse

Namun, siapakah Amy sebenarnya? Tidak ada yang benar-benar tahu siapa Amy. Melalui buku biografi ini, Jane Winehouse, ibunda Amy, memaparkan kenangan-kenangannya bersama putri tercinta yang tidak pernah terungkap oleh media. Sebuah heartbreaking memoir yang akan membuat perasaan Anda menghangat dan mampu mengapresiasi sisi lain dari pribadi Amy Winehouse yang mungkin belum pernah Anda ketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *