5 Tips Mengatasi Mobil Overheat

5 Tips Mengatasi Mobil Overheat

Kemacetan lalu lintas yang tinggi di jalan raya di beberapa kota besar di Indonesia sering terjadi karena berbagai sebab, seperti penerapan sistem buka tutup, pemisahan lajur, dan lain-lain, yang dapat menyebabkan mesin mobil mengalami overheat atau kepanasan.

Saat mobil dalam keadaan macet, biasanya mesin tetap dihidupkan agar AC mobil tetap bisa mendinginkan suhu di dalam kabin.

Baca Juga :  7 Jenis Genset dan Spesifikasinya yang Sering Dijumpai

Masalah mesin mobil yang terlalu panas memang merupakan hal yang cukup umum. Penyebab masalah ini seringkali disebabkan oleh pemilik mobil yang tidak memperhatikan.

Padahal, perawatan mobil bukan hanya soal rutin mengganti dan memberikan oli mobil terbaik, tapi juga banyak hal lain yang perlu dilakukan agar tidak khawatir overheat.

Penyebab paling umum dari overheating pada mesin mobil adalah kehabisan air radiator. Air radiator (pendingin) dapat menguap karena suhu mesin yang tinggi. Atau, ada kebocoran pada sistem sirkulasi radiator. Hal ini akan menyebabkan sistem sirkulasi radiator tidak bekerja dengan baik.

Baca Juga :  5 Daftar Peralatan & Perkakas Rumah Berguna untuk Kepala Keluaraga

Jika ketinggian air radiator menjadi rendah, suhu di dalam mesin tidak dapat didinginkan dan terjadi panas berlebih.

Namun, jika tanda-tanda overheating mobil ini tiba-tiba muncul, Anda tidak bisa langsung memperbaikinya di tengah jalan, bukan? Oleh karena itu silahkan simak artikel ini yang akan membahas beberapa langkah yang bisa dilakukan jika mobil overheat di jalan.

Baca Juga :  5 Mesin Cuci yang Praktis dan Mudah Digunakan

1. Membuka kap mesin

Setelah mematikan mesin, hal selanjutnya yang perlu dan penting dilakukan adalah membuka kap mobil agar udara panas terperangkap di knalpot kompartemen mesin, agar tidak merusak komponen mesin lainnya akibat temperatur tinggi. Namun, hal ini perlu dilakukan dengan hati-hati, karena terkadang batang penopang kap yang disimpan di dalam mobil juga menerima panas dari radiator.

Baca Juga :  6 Cara Memperbaiki Mesin Gerinda Maktec Tidak Hidup

2. Periksa tabungan air cadangan radiator

Penampung air radiator yang terhubung dengan bagian atas radiator pasti ada di setiap mesin mobil. Ini dapat membantu Anda menentukan apakah ketinggian air radiator rendah dan indikator ketinggian air, jika terlalu kecil, berbahaya bagi mesin.

Yang bisa dilakukan adalah menambahkan cairan pendingin di baris paling atas, terlepas dari apakah mesin panas atau dingin. Namun, jika mobil hanya memiliki radiator dan tidak ada tabung cadangan, maka Anda harus menunggu hingga dingin.

Baca Juga :  Anak Teknik Perlu Tahu, 10 Jenis Mata Gerinda dan Fungsinya

3. Menghentikan kendaraan dan matikan mesin

Saat Anda kepanasan selama perjalanan, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memarkir mobil di pinggir jalan dan segera mematikan mesin mobil agar suhu mesin kembali turun. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih serius dan merugikan pada mobil.

4. Jangan membuka tutup radiator

Saat mesin mobil kepanasan, jangan pernah membuka penutup radiator. Jika Anda melakukan ini, itu akan berbahaya bagi keselamatan Anda, dan juga akan menyebabkan radiator cepat rusak. Pasalnya, mesin mobil yang panas dapat menyebabkan keluarnya uap dan air bertekanan tinggi, yang dapat menyebabkan luka bakar yang parah jika terkena kulit.

Baca Juga :  4 Kompresor Angin Mini Terbaik Untuk Mengecat

5. Memutuskan untuk menunggu bantuan

Saat mobil kepanasan, perhatikan bagian bawah mobil untuk kebocoran air. Kalau air terus menetes, pasti radiatornya bocor, kalau terus dikendarai malah bisa meledak mesinnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menunggu bantuan bengkel resmi terdekat.